adiyana

adiyana

Wednesday, June 10, 2026

Ketika Kerja Keras Menjadi Sejarah: Kisah FTIK Menapaki Jalan Mutu

 

  • Oleh : Adiyana Adam
  • Dosen FTIK IAIN Ternate 

Tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik setiap sertifikat akreditasi yang terpajang di ruang program studi dan fakultas, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, pengorbanan, kebersamaan, dan harapan. Kisah itu menjadi bagian dari perjalanan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate dalam membangun budaya mutu yang kokoh dan berkelanjutan.

Perjalanan tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Ia merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dengan komitmen bersama untuk menjadikan mutu sebagai budaya, bukan sekadar target administratif. Tahun 2024 menjadi momentum bersejarah ketika Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil meraih predikat Unggul. Keberhasilan tersebut menjadi titik awal yang membangkitkan optimisme seluruh sivitas akademika bahwa capaian yang lebih besar dapat diraih melalui kerja sama dan komitmen yang kuat.

Semangat itu kemudian menjalar ke seluruh program studi. Berbagai upaya perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembenahan dokumen akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan tata kelola yang lebih profesional. Hasilnya, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berhasil menyusul dengan predikat Unggul. Sementara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Biologi, Tadris Matematika, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memperoleh predikat Baik Sekali. Perjalanan panjang tersebut akhirnya mencapai puncaknya ketika Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BK) pada tahun 2026 berhasil meraih predikat Unggul, menutup rangkaian akreditasi delapan program studi di lingkungan FTIK dengan hasil yang sangat membanggakan.

Namun, di balik seluruh capaian tersebut terdapat para pejuang yang sering kali tidak terlihat di garis depan, yaitu Tim Borang FTIK. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam senyap, menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengumpulkan data, memverifikasi dokumen, menyusun laporan evaluasi diri, menyiapkan eviden, melakukan simulasi asesmen lapangan, hingga memastikan setiap indikator akreditasi dapat terpenuhi secara optimal. Tidak sedikit malam yang terlewati di ruang kerja fakultas, tidak sedikit akhir pekan yang digunakan untuk menyempurnakan dokumen, dan tidak sedikit tenaga serta pikiran yang dicurahkan demi menjaga kualitas dan nama baik fakultas.

  • Kepemimpinan yang visioner menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan penguatan mutu di lingkungan FTIK." 

 Kerja keras Tim Borang FTIK bukan sekadar menyusun berkas administrasi. Mereka sesungguhnya sedang menjaga marwah institusi. Mereka menerjemahkan berbagai capaian akademik, penelitian, pengabdian, dan tata kelola fakultas ke dalam dokumen yang dapat menggambarkan kualitas FTIK secara utuh kepada asesor dan masyarakat luas. Ketelitian, kesabaran, kekompakan, dan semangat pengabdian yang mereka tunjukkan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan FTIK mencapai posisi yang membanggakan saat ini.

Yang lebih mengharukan, banyak anggota tim yang sesungguhnya tidak pernah menjadikan finansial sebagai tujuan utama dari pengabdian mereka. Mereka memahami bahwa membangun mutu institusi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan profesional sebagai akademisi. Namun demikian, ada satu hal yang sangat mereka harapkan, yaitu penghargaan dan apresiasi dari pimpinan. Bukan semata-mata dalam bentuk materi, melainkan pengakuan bahwa kerja keras mereka dihargai, dedikasi mereka diakui, dan kontribusi mereka memiliki arti penting bagi kemajuan fakultas.

Sebab dalam banyak kesempatan, apresiasi sering kali lebih bernilai daripada imbalan materi. Sebuah ucapan terima kasih yang tulus, pengakuan dalam forum resmi, atau penghormatan kepada mereka yang telah bekerja di balik layar dapat menjadi energi besar yang menumbuhkan loyalitas dan semangat untuk terus berkarya. Para pejuang mutu tidak mencari popularitas. Mereka hanya ingin memastikan bahwa setiap usaha yang telah diberikan tidak dilupakan dalam sejarah perjalanan fakultas.

Di sisi lain, keberhasilan tersebut tentu tidak dapat dilepaskan dari peran kepemimpinan Dekan FTIK yang mampu mengorkestrasi seluruh potensi yang ada. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu, beliau terus mendorong setiap program studi untuk berani menetapkan standar yang lebih tinggi. Berbagai kebijakan penguatan mutu, pendampingan akreditasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan budaya evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi yang dijalankan selama masa kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin, beliau tidak hanya hadir dalam pengambilan keputusan, tetapi juga memberikan arah dan keyakinan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi bersama. Di tengah berbagai keterbatasan dan tuntutan yang semakin kompleks, beliau mampu menjaga optimisme seluruh tim untuk terus bergerak menuju tujuan yang sama. Kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi dan semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu fondasi penting keberhasilan FTIK.

Atas capaian yang diraih hari ini, penghargaan yang setinggi-tingginya patut diberikan kepada Dekan FTIK atas dedikasi, komitmen, dan kepemimpinannya dalam mengantarkan fakultas menuju berbagai prestasi yang membanggakan. Dalam sejarah FTIK, capaian akreditasi ini akan selalu menjadi salah satu warisan penting yang menunjukkan bahwa mutu dapat dicapai ketika kepemimpinan yang visioner bertemu dengan tim yang bekerja penuh dedikasi.

Hari ini, ketika FTIK menatap hasil yang telah dicapai PAI, PGMI, MPI, dan BK dengan predikat Unggul, serta PBA, Tadris Biologi, Tadris Matematika, dan PIAUD dengan predikat Baik Sekali ada rasa syukur yang tidak dapat diungkapkan hanya dengan angka dan sertifikat. Capaian ini adalah cerita tentang kebersamaan, tentang orang-orang yang memilih bekerja daripada mengeluh, tentang pemimpin yang terus memberi arah, dan tentang tim yang tetap bertahan meskipun sering kali bekerja tanpa sorotan.

Keberhasilan ini bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi mendatang. Namun satu hal yang pasti, ketika sejarah FTIK ditulis kelak, nama-nama yang bekerja dalam senyap, para penyusun borang, para penggerak mutu, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan fakultas akan selalu menjadi bagian penting dari kisah tersebut.

Karena sesungguhnya, capaian besar tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Ia lahir dari kebersamaan, pengorbanan, penghargaan, dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan tulus pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Dan FTIK IAIN Ternate telah membuktikannya. Alhamdulillah.

Ternate, 11 Juni 2026


Monday, January 27, 2025

Perjalanan Spiritual di Era Digital: Memetik Hikmah Isra Mi'raj

 An illustration depicting a spiritual journey in the digital era, inspired by the Islamic event of Isra Mi'raj. The image features a serene figure meditating amidst a futuristic digital landscape, with glowing celestial elements symbolizing divine guidance. The scene combines traditional Islamic architecture (such as domes and arches) with modern technology elements like holograms, smartphones, and digital data streams. The overall atmosphere is tranquil and mystical, with soft lighting and a harmonious blend of tradition and innovation.

 Oleh : Adiyana Adam

Derasnya arus teknologi dan tuntutan hidup serba cepat membuat kita terperangkap dalam pusaran kehidupan digital yang tiada henti.peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW menjadi cermin refleksi yang sangat relevan bagi kita. Perjalanan spiritual luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh dalam satu malam, bukan sekadar kisah sejarah, tetapi pembelajaran mendalam tentang makna spiritualitas sejati.

Pada malam yang istimewa itu, Rasulullah menjalani perjalanan yang melampaui batas ruang dan waktu. Sebuah pengalaman yang tidak bisa dijelaskan dengan logika manusia biasa, namun menjadi bukti kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Di era sekarang, ketika teknologi memungkinkan kita untuk "bepergian" ke seluruh dunia melalui layar smartphone dalam hitungan detik, kita justru sering kehilangan makna dari perjalanan spiritual yang sesungguhnya.

Isra Mi'raj mengajarkan kita bahwa perjalanan spiritual sejati membutuhkan kesungguhan dan kekhusyukan. Saat Rasulullah bertemu dengan para nabi terdahulu dan menerima perintah shalat, beliau menunjukkan keteguhan dan kesabaran yang luar biasa. Bandingkan dengan zaman sekarang, di mana media sosial dan berbagai platform digital seringkali membuat kita terjebak dalam ibadah yang terburu-buru, kurang fokus, dan bahkan cenderung pamer (riya).

Namun, era digital juga membuka peluang baru dalam mendekatkan diri kepada Allah. Aplikasi pengingat waktu shalat, Al-Quran digital, kajian online, atau komunitas virtual yang positif bisa menjadi sarana pendukung perjalanan spiritual kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi ini dengan bijak, tanpa kehilangan esensi dari ibadah itu sendiri.

Isra Mi'raj juga mengajarkan kita tentang pentingnya mi'raj (naik) dalam konteks spiritual. Jika Rasulullah melakukan perjalanan vertikal ke langit ketujuh, maka kita pun perlu melakukan "mi'raj" dalam kehidupan sehari-hari – yaitu terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita. Di tengah arus informasi yang begitu deras di dunia digital, kemampuan untuk "naik" melampaui hal-hal yang tidak penting dan fokus pada peningkatan spiritual menjadi sangat crucial.

Lebih jauh lagi, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa secanggih apapun teknologi, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan dengan digital. Keintiman spiritual, kedekatan dengan Allah, dan kekhusyukan dalam beribadah tetap membutuhkan upaya personal yang tidak bisa sepenuhnya dimediasi oleh teknologi. Sama seperti Rasulullah yang mengalami pengalaman spiritual secara langsung, kita pun perlu menemukan momen-momen pribadi dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Di tengah kemudahan akses informasi dan komunikasi, mari kita jadikan momentum Isra Mi'raj sebagai pengingat untuk menyeimbangkan kehidupan digital dengan kehidupan spiritual. Seperti halnya Rasulullah yang kembali dari perjalanan surgawi dengan membawa perintah shalat, kita pun perlu "turun" dari dunia maya untuk melaksanakan ibadah nyata dengan lebih baik dan bermakna.

Semoga peringatan Isra Mi'raj tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi benar-benar membawa transformasi spiritual dalam kehidupan kita di era digital ini. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penghayatan spiritual, kita bisa mengambil hikmah terdalam dari perjalanan mulia Rasulullah SAW.

Ternate, 27 Januari 2025

Wednesday, December 25, 2024

BUKU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

                                                        Desain Cover:Akademia Pustaka

Buku Sistem Informasi Manajemen, merupakan referensi mendalam dan relevan bagi mahasiswa, dosen, serta praktisi dalam bidang manajemen. Cover buku yang menarik menggambarkan sentuhan modernitas teknologi, merepresentasikan isi buku yang mengupas tentang peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai pilar utama organisasi di era digital. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini tidak hanya menyajikan teori dasar, tetapi juga dilengkapi dengan studi kasus nyata untuk memberikan gambaran praktis penerapan SIM di berbagai sektor.

Buku ini membawa pembaca pada perjalanan dari era pra-komputer hingga era big data, kecerdasan buatan, dan cloud computing. Penulis secara cermat menjelaskan tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi modern, mulai dari keamanan data hingga dampak sosial yang ditimbulkan oleh transformasi digital. Buku ini menjadi panduan wajib bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana teknologi informasi dapat menjadi alat strategis dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan efektif.

Lebih dari sekadar bacaan akademis, Sistem Informasi Manajemen memberikan nilai praktis yang signifikan bagi pembacanya. Buku ini membantu pembaca mengembangkan keterampilan analitis yang relevan dengan tren teknologi masa depan. Dengan desain yang elegan dan isi yang penuh wawasan, buku ini layak dijadikan pegangan utama bagi mereka yang ingin sukses dalam dunia yang semakin didominasi oleh teknologi informasi.

Isi buku ini mencakup berbagai topik penting, mulai dari komponen utama SIM, manajemen data, pengamanan sistem, hingga tantangan dan peluang dalam era digital. Pembaca juga akan menemukan panduan tentang implementasi SIM di berbagai sektor, seperti bisnis, pendidikan, dan pemerintahan. Berbagai studi kasus nyata yang disajikan akan membantu pembaca memahami penerapan SIM secara lebih konkret, serta memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional organisasi.

Bagi mahasiswa, buku ini adalah referensi yang sangat berguna untuk memahami keterkaitan antara teknologi informasi dan manajemen. Buku ini juga dirancang untuk membantu pembaca mengembangkan keterampilan analitis dalam menghadapi tantangan teknologi masa depan. Sementara itu, bagi para praktisi, buku ini dapat menjadi pedoman strategis dalam mengoptimalkan penggunaan SIM untuk mendukung inovasi dan pengambilan keputusan. Dengan bahasa yang sederhana dan pembahasan yang sistematis, saya berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi siapa saja yang ingin sukses di era digital yang dinamis ini.

Buku Sistem Informasi Manajemen ini memiliki kaitan erat dengan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diajarkan di program studi Manajemen Pendidikan Islam. Dalam konteks akademik, buku ini menjadi referensi utama bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis SIM dalam pengelolaan pendidikan berbasis teknologi. Sebagai bagian dari kurikulum, buku ini membahas bagaimana SIM dapat diterapkan dalam lembaga pendidikan Islam untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi administrasi, serta menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Dengan mengintegrasikan teori dan praktik, buku ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan yang relevan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas manajemen pendidikan secara holistik dan berkelanjutan.

 

Ternate, 25 Desember 2024

Penulis: Adiyana Adam

Monday, July 8, 2024

Keindahan Senja di Danau Galela

 Oleh. Adiyana Adam
 

Danau Galela menyajikan pemandangan menakjubkan saat senja tiba. Gambar ini menangkap momen magis ketika matahari tenggelam di balik perbukitan, menciptakan lukisan alam yang memesona.

Di latar depan, tampak sisa-sisa dermaga tua yang terbuat dari kayu. Struktur ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan aktivitas manusia di tepi danau. Meskipun sudah usang, dermaga ini menambah karakter dan cerita pada lanskap yang terbentang di hadapan kita.

Air danau begitu tenang, bagaikan cermin raksasa yang memantulkan keagungan langit senja. Warna-warna hangat oranye dan merah muda terhampar di permukaan air, menciptakan ilusi bahwa langit dan danau menyatu dalam harmoni yang sempurna. Refleksi bukit di kejauhan menambah dimensi kedalaman pada pemandangan ini.

Siluet bukit yang menjulang di kejauhan memberikan latar belakang yang dramatis. Pepohonan yang menghiasi lerengnya menciptakan garis horizon yang lembut, kontras dengan ketenangan air danau.

Di sisi kanan gambar, terlihat sebagian objek berwarna hijau yang mungkin merupakan bagian dari perahu atau vegetasi di tepi danau. Elemen ini menambah lapisan visual yang menarik dan memberikan skala pada keluasan pemandangan.

Keseluruhan komposisi gambar ini menangkap esensi kedamaian dan ketenangan yang dapat ditemukan di Danau Galela. Perpaduan antara air yang tenang, langit yang berwarna-warni, dan lanskap yang alami menciptakan momen kontemplatif yang mengundang siapa pun untuk berhenti sejenak dan mengagumi keindahan alam.

Danau Galela, dengan pemandangan senja yang memukau ini, tidak hanya menjadi bukti keindahan alam Indonesia, tetapi juga menjadi tempat di mana waktu seolah melambat, mengajak kita untuk merenungkan keajaiban dunia di sekitar kita

  

    Talaga Maloha, Soakonora, 6 Juli 2024

 

Pengabdian kepada Masyarakat: Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Guru di Kecamatan Galela Utara

        

Pada era globalisasi dan informasi saat ini, kemampuan menulis karya ilmiah menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap pendidik. Karya ilmiah tidak hanya berfungsi sebagai media untuk menyebarkan pengetahuan dan hasil penelitian, tetapi juga sebagai indikator kemampuan akademis dan profesional seorang guru. Namun, di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, banyak guru menghadapi berbagai kendala dalam menulis karya ilmiah. Menghadapi permasalahan ini, tim pengabdian dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate merancang program pendampingan penulisan karya ilmiah bagi guru di wilayah tersebut.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kompetensi menulis di kalangan guru. Berdasarkan hasil observasi dan pengalaman lapangan, masih banyak guru di Kecamatan Galela Utara yang menghadapi kendala dalam menulis karya ilmiah. Kendala tersebut meliputi kurangnya pemahaman tentang metodologi penelitian, kesulitan dalam mengakses referensi ilmiah, serta keterbatasan dalam mengekspresikan gagasan secara tertulis. Akibatnya, potensi mereka untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan melalui tulisan ilmiah belum dapat dimaksimalkan.

Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada individu guru tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru yang kurang terampil dalam menulis karya ilmiah cenderung memiliki keterbatasan dalam mengembangkan materi ajar yang inovatif dan berbasis penelitian. Selain itu, mereka juga akan menghadapi hambatan dalam proses kenaikan pangkat karena salah satu syarat untuk kenaikan pangkat adalah publikasi karya ilmiah.

  Gbr 2. Pelaksanaan Pengabdian

Menanggapi permasalahan ini, program pendampingan penulisan karya ilmiah bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis dan motivasi kepada guru dalam menulis karya ilmiah serta membantu mereka mengatasi berbagai kendala yang dihadapi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis guru sehingga mereka dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan layak dipublikasikan.

Pengabdian ini mengadopsi model Participatory Action Research (PAR) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart (2005). Model ini menekankan pada partisipasi aktif peserta dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam konteks ini, guru tidak hanya menjadi objek pengabdian tetapi juga subjek aktif yang terlibat dalam proses peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah mereka.

Meskipun program ini berhasil, pelaksanaannya tidak luput dari tantangan. Beberapa kendala yang teridentifikasi antara lain keterbatasan waktu untuk mendalami setiap aspek penulisan karya ilmiah, variasi kemampuan awal peserta yang cukup lebar, dan keterbatasan akses literatur terkini di daerah. Tantangan-tantangan ini menjadi catatan penting untuk perbaikan program serupa di masa mendatang.

Untuk memastikan keberlanjutan dampak program, tim PKM telah mengambil beberapa langkah strategis. Pertama, dibentuk grup diskusi online yang memungkinkan peserta dan tim PKM untuk terus berinteraksi dan berbagi pengetahuan setelah program berakhir. Kedua, disusun rencana follow-up jarak jauh untuk memantau dan membimbing perkembangan peserta dalam jangka panjang. Ketiga, dijalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk program lanjutan yang diharapkan dapat memberikan dukungan institusional bagi pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, program PKM ini telah mencapai tujuannya dalam meningkatkan kapasitas guru di Kecamatan Galela Utara dalam menulis karya ilmiah. Program ini tidak hanya memberikan dampak langsung berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan tetapi juga meletakkan dasar untuk pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya program pengembangan profesional yang terstruktur dan berkelanjutan bagi guru, terutama di daerah-daerah terpencil dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan adanya program pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kemampuan menulis karya ilmiah di kalangan guru dapat terus ditingkatkan sehingga mereka dapat lebih berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia.

                                                                          Desa Bobisingo, Kec. Galela Utara, 6 Juli 2024
                                                                          
 
                                                                              Oleh . Dra.Adiyana Adam, M.Pd
                                                                               Bersama TIm Abmas Pasca Sarjana  IAIN Ternate: 

                                                                               Dr. Sahjad M Aksan M.Phil
                                                                               Dr Agus
                                                                               Dr Amanan S.Soleman
                                                                               Sartika

 

 

 

Thursday, October 5, 2023

Membaca di Bawah Bintang: Petualangan Literasi Tarakani di Perempatan Desa Soasio

           
Oleh : Adiyana Adam
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ternate
 
                        Salam Literrasi
 
 Di tengah hiruk-pikuk Desa Soasio, tepatnya di perempatan jalan yang ramai, terdapat suatu kegiatan luar biasa yang mengubah rutinitas malam Minggu warga. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Galela, Ibu Misna Bailusy, membawa terobosan baru dengan menyelenggarakan Literasi Tarakani. Setiap minggu malam, jalanan di Desa Soasio tidak hanya dipenuhi oleh suara kendaraan, namun juga tawa, puisi yang merdu, dan cerita-cerita dari berbagai buku. 
    Suasana senja menyelimuti Perempatan Jalan Desa Soasio dengan cahaya keemasan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat. Di tengah gemerlapnya senja, siswa-siswa SMA Muhammadiyah Galela bersama dengan para anak sekolah dasar, ibu-ibu, dan pejalan kaki yang lewat, bersiap-siap menyelenggarakan petualangan literasi unik, yang mereka sebut sebagai "Literasi Tarakani". 
    Setiap malam Minggu, perempatan itu berubah menjadi ladang literasi. Tepat di atas jalanan yang biasanya dilewati oleh kendaraan bermotor, sekarang terbentang buku-buku berwarna-warni. Buku-buku itu ditempatkan dengan rapi di atas lantai, menunggu tangan-tangan penasaran untuk membukanya. Ide ini tidak hanya mengubah sudut pandang tentang membaca, tetapi juga memperlihatkan bahwa literasi bisa dijumpai di mana saja, bahkan di antara hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.                                                  
 

    Penyerahaan Bantuan Buku yang diterima  oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Galela


    Para siswa dari SMA Muhammadiyah Galela bertindak sebagai pemandu literasi, membantu anak-anak sekolah dasar memilih buku yang sesuai dengan minat mereka. Para ibu-ibu dengan senang hati juga ikut serta, membimbing anak-anak dalam membaca dan menggali dunia baru melalui halaman-halaman buku. Bahkan, pejalan kaki yang melintas pun tidak bisa menahan rasa penasaran mereka dan sering berhenti sejenak untuk mencoba membaca buku-buku yang tersebar di atas jalanan. 
    Namun, Literasi Tarakani bukan hanya tentang membaca. Para siswa SMA Muhammadiyah Galela juga menambahkan elemen seni dan hiburan agar kegiatan ini semakin menarik. ada pertunjukan Marawis yang memukau dan menggugah jiwa, ada sesi membaca puisi-puisi yang menyentuh hati dan penuh emosi ,dan ada stand-up comedy yang memancing gelak tawa. Semua pertunjukan ini dipentaskan oleh siswa-siswa SMA Muhammadiyah Galela, membuktikan bahwa bakat dan kreativitas mereka tak hanya terbatas di dalam kelas. Dengan sentuhan seni ini, perempatan jalan yang biasanya dipenuhi dengan bunyi klakson dan suara mesin kendaraan, berubah menjadi panggung budaya yang memukau. 
                Pembacaan Puisi dan pertunjukan Marwas Oleh  Siswa SMA Muhammadiyah Galela

    Tidak hanya membawa senyum pada wajah anak-anak dan ibu-ibu, Literasi Tarakani juga menciptakan ikatan sosial di antara para peserta. Mereka berbagi cerita, tertawa bersama, dan menyemangati satu sama lain. Kegiatan ini bukan hanya menghidupkan literasi di Desa Soasio, tetapi juga menguatkan solidaritas dan persatuan dalam masyarakat 

                    Pegiat literasi di malam minggu

        Saat ini, ketika teknologi terus maju dan dunia digital semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, literasi tetap merupakan jendela dunia yang tak ternilai. Melalui Literasi Tarakani, kita mengajak semua orang untuk menggali keindahan membaca. Buku-buku adalah jembatan menuju pengetahuan, fantasi, dan pemahaman yang mendalam tentang dunia di sekitar kita. Dengan membaca, kita bisa menjadi ahli di bidang apa pun yang kita inginkan, menjelajahi galaksi-galaksi yang jauh, atau bahkan merasakan emosi yang belum pernah kita alami.             
         Mari bersama-sama melibatkan diri dalam kegiatan literasi. Bacalah buku-buku, berceritalah, dan teruslah menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Sebab, melalui kata-kata, dunia menjadi lebih dekat dan pengetahuan menjadi lebih dalam. Literasi bukan hanya milik sebagian orang, tetapi adalah milik kita semua. 
 
 
Galela, 30 September 2023