adiyana

adiyana

Wednesday, June 10, 2026

Ketika Kerja Keras Menjadi Sejarah: Kisah FTIK Menapaki Jalan Mutu

 

  • Oleh : Adiyana Adam
  • Dosen FTIK IAIN Ternate 

Tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik setiap sertifikat akreditasi yang terpajang di ruang program studi dan fakultas, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, pengorbanan, kebersamaan, dan harapan. Kisah itu menjadi bagian dari perjalanan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate dalam membangun budaya mutu yang kokoh dan berkelanjutan.

Perjalanan tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Ia merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dengan komitmen bersama untuk menjadikan mutu sebagai budaya, bukan sekadar target administratif. Tahun 2024 menjadi momentum bersejarah ketika Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil meraih predikat Unggul. Keberhasilan tersebut menjadi titik awal yang membangkitkan optimisme seluruh sivitas akademika bahwa capaian yang lebih besar dapat diraih melalui kerja sama dan komitmen yang kuat.

Semangat itu kemudian menjalar ke seluruh program studi. Berbagai upaya perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembenahan dokumen akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan tata kelola yang lebih profesional. Hasilnya, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berhasil menyusul dengan predikat Unggul. Sementara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Biologi, Tadris Matematika, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memperoleh predikat Baik Sekali. Perjalanan panjang tersebut akhirnya mencapai puncaknya ketika Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BK) pada tahun 2026 berhasil meraih predikat Unggul, menutup rangkaian akreditasi delapan program studi di lingkungan FTIK dengan hasil yang sangat membanggakan.

Namun, di balik seluruh capaian tersebut terdapat para pejuang yang sering kali tidak terlihat di garis depan, yaitu Tim Borang FTIK. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam senyap, menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengumpulkan data, memverifikasi dokumen, menyusun laporan evaluasi diri, menyiapkan eviden, melakukan simulasi asesmen lapangan, hingga memastikan setiap indikator akreditasi dapat terpenuhi secara optimal. Tidak sedikit malam yang terlewati di ruang kerja fakultas, tidak sedikit akhir pekan yang digunakan untuk menyempurnakan dokumen, dan tidak sedikit tenaga serta pikiran yang dicurahkan demi menjaga kualitas dan nama baik fakultas.

  • Kepemimpinan yang visioner menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan penguatan mutu di lingkungan FTIK." 

 Kerja keras Tim Borang FTIK bukan sekadar menyusun berkas administrasi. Mereka sesungguhnya sedang menjaga marwah institusi. Mereka menerjemahkan berbagai capaian akademik, penelitian, pengabdian, dan tata kelola fakultas ke dalam dokumen yang dapat menggambarkan kualitas FTIK secara utuh kepada asesor dan masyarakat luas. Ketelitian, kesabaran, kekompakan, dan semangat pengabdian yang mereka tunjukkan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan FTIK mencapai posisi yang membanggakan saat ini.

Yang lebih mengharukan, banyak anggota tim yang sesungguhnya tidak pernah menjadikan finansial sebagai tujuan utama dari pengabdian mereka. Mereka memahami bahwa membangun mutu institusi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan profesional sebagai akademisi. Namun demikian, ada satu hal yang sangat mereka harapkan, yaitu penghargaan dan apresiasi dari pimpinan. Bukan semata-mata dalam bentuk materi, melainkan pengakuan bahwa kerja keras mereka dihargai, dedikasi mereka diakui, dan kontribusi mereka memiliki arti penting bagi kemajuan fakultas.

Sebab dalam banyak kesempatan, apresiasi sering kali lebih bernilai daripada imbalan materi. Sebuah ucapan terima kasih yang tulus, pengakuan dalam forum resmi, atau penghormatan kepada mereka yang telah bekerja di balik layar dapat menjadi energi besar yang menumbuhkan loyalitas dan semangat untuk terus berkarya. Para pejuang mutu tidak mencari popularitas. Mereka hanya ingin memastikan bahwa setiap usaha yang telah diberikan tidak dilupakan dalam sejarah perjalanan fakultas.

Di sisi lain, keberhasilan tersebut tentu tidak dapat dilepaskan dari peran kepemimpinan Dekan FTIK yang mampu mengorkestrasi seluruh potensi yang ada. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu, beliau terus mendorong setiap program studi untuk berani menetapkan standar yang lebih tinggi. Berbagai kebijakan penguatan mutu, pendampingan akreditasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan budaya evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi yang dijalankan selama masa kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin, beliau tidak hanya hadir dalam pengambilan keputusan, tetapi juga memberikan arah dan keyakinan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi bersama. Di tengah berbagai keterbatasan dan tuntutan yang semakin kompleks, beliau mampu menjaga optimisme seluruh tim untuk terus bergerak menuju tujuan yang sama. Kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi dan semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu fondasi penting keberhasilan FTIK.

Atas capaian yang diraih hari ini, penghargaan yang setinggi-tingginya patut diberikan kepada Dekan FTIK atas dedikasi, komitmen, dan kepemimpinannya dalam mengantarkan fakultas menuju berbagai prestasi yang membanggakan. Dalam sejarah FTIK, capaian akreditasi ini akan selalu menjadi salah satu warisan penting yang menunjukkan bahwa mutu dapat dicapai ketika kepemimpinan yang visioner bertemu dengan tim yang bekerja penuh dedikasi.

Hari ini, ketika FTIK menatap hasil yang telah dicapai PAI, PGMI, MPI, dan BK dengan predikat Unggul, serta PBA, Tadris Biologi, Tadris Matematika, dan PIAUD dengan predikat Baik Sekali ada rasa syukur yang tidak dapat diungkapkan hanya dengan angka dan sertifikat. Capaian ini adalah cerita tentang kebersamaan, tentang orang-orang yang memilih bekerja daripada mengeluh, tentang pemimpin yang terus memberi arah, dan tentang tim yang tetap bertahan meskipun sering kali bekerja tanpa sorotan.

Keberhasilan ini bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi mendatang. Namun satu hal yang pasti, ketika sejarah FTIK ditulis kelak, nama-nama yang bekerja dalam senyap, para penyusun borang, para penggerak mutu, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan fakultas akan selalu menjadi bagian penting dari kisah tersebut.

Karena sesungguhnya, capaian besar tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Ia lahir dari kebersamaan, pengorbanan, penghargaan, dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan tulus pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Dan FTIK IAIN Ternate telah membuktikannya. Alhamdulillah.

Ternate, 11 Juni 2026