Oleh : Haryati Ummu Izza
Orang
bilang kesabaran ada batasnya, benarkah? Sampai mana batasnya? Sampai jangka
waktu tertentu? Nah, sebnarnya kalau sabar itu berbatas, berarti bukan sabar
itu namanya.
Baiklah,
sejatinya bukan itu yang ingin saya tulis. Hari ini saya ingin share satu ilmu
dari diskusi dengan Guru kami siang ini. Tentang zero dan kesabaran. Terutama
untuk diaplikasikan dalam kehidupan rumah tangga.Beliau
sampaikan, kesabaran adalah zero.Kesabaran adalah angka nol.Tapi bukan nol
tidak ada. Dia ada tapi dilambangkan dengan angka nol. Sabar = 0.
Bagaimana
saat suami marah, apa yang anda lakukan? Apakah anda sebagai istri ikut marah,
naikkan nada atau bersabar?
Guru
saya bilang. Seandainya suami marah. Misal level 1 atau marah sekali sampai
level 4.Tapi istri bersabar, maka sabar adalah nol. Jadi 4x0 adalah? Jawabannya
adalah nol. Berapapun angkanya, kalau dikali nol akan menjadi nol. Jadi
walaupun suami marah, dengan level marah 4 sekalipun , jika anda sebagai istri
bersabar maka hasilnya adalah nol. Zero, yah, tenang, tidak akan terjadi
apa-apa
Sebaliknya
juga demikian. Saat istri marah, misal level marah 2. Lalu suami bersabar,
zero. Maka hasil akhirnya tetap zero, tak terjadi apa-apa, semua akan baik baik
saja insya Alloh.
Tapi
cobalah, jika suami marah kecil, level 2 misalnya. Lalu istri menanggapi dengan
level yang sama misal 2 saja. Maka 2x2=4.Marah level 2 dan ketemu marah level 2
hasilnya adalah 4, pertengkaran yang tidak terelakkan.Atau
bahkan istri menanggapi dengan lebih 3 atau 4, hasilnya akan jadi 6, 8 atau
bahkan bisa lebih tinggi lagi.
Apalagi
jika 6x6=36, tentulah rumah sudah seperti perang dunia ketiga bahkan lebih
parah lagi. Mungkin ada barang-barang yang pecah, jadi korban kemarahan. Jika
itu terjadi, masih tidak apa barang yang jadi korban. Barang pecah, masih bisa
dibeli lagi.Tapi
bayangkan jika pertengkaran itu di depan anak. Hati anak hancur, traumanya
mungkin bisa tersimpan hingga dewasa bahkan tua nanti!
Maka,
bersabarlah wahai para ibu. Sabar adalah nol, dia akan mengalahkan apapun.
Kesabaran akan mendatangkan ketenagan. Sabar akan meniadakan segala
kegoncangan. Sabar juga menghapus kegelisahan dan kekhawatiran.Jadi
berapapun level ujianmu, bersabarlah!✔
Dan
dengan puasa kita melatih kesabaran kita. semoga berakhir hingga finish nanti.
Allohumma amiin...!!
Pict:
Ibu, kesabaran buat anak-anak, butuh
kita bantu. Jauhkan segala jenis makanan dari jangkauan anak selama puasa agar
oyasa anak berhasil. Simpan baik-baik hingga saat berbuka,ok!
Ramadhan hari ke 2
Tomori,Bacan Halmahera Selatan
Minggu, 03 April 2022
Catatan sekilas tentang penulis:
Tulisan
ini adalah sekelumit kata di sampaikan pada akhir Kuliah Studi
Kritis Pemikiran Islam": oleh Bpk Dr. H. Barsihannor, . kemudian di rilis kembali
menyerupai catatan oleh Haryati , Mahasiswa Pasca Sarjana UIN
Alauddin agar mudah dan selalu di ingat
Haryati adalah seorang pengasuh/Guru
Pondok pasantren PENGASUH PONPES RUMAH QUR'AN CAHAYA HATI. Bersama suami
tercinta Bapak Supardi Widodo. Berdua datang Jauh-jauh dari pulau Jawa
Bersama berdua membangun dan membina anak anak kita dalam sebuah
pasantren yang terletak jauh dari keramaian , di seberang pulau yang hanya bisa
di lalui oleh perahu di bagian selatan Halmahera tepatnya di Desa Tomori Kec.
Bacan Kabupaten Halmahera Selatan.
Kami bertemu disebuah kelompok belajar
mahasiswa PascaSarjana UIN Alauddin Makasar angkatan tahun 2022 yang
kelseluruhan berjumlah 11 orang termasuk di dalamnya Bu Haryati dan Suaminya
Pak Widodo
Setelah akhir pembelajaran dalam setiap
peretemuan, Pak Dr. H. Barsihannor, selalu memberikan perumpamaan tentang ke
Esaan Allah swt ataupun tentang bagaimana kita manusia berada di dunia ini.
Kesemuanya ini memberikan kita pembelajaran bahwa ternyata kita sebagai
manusia tidak punya arti apa apa jika di bandingkan dengan kekuasaan Allah swt.
Semoga
hikmah yang terkandung dalam catatan diatas menjadi kekuatan bagi
keduanya utnuk terus membina anak-anak kita dalam pasantren yang telah mereka
dirikan demi kemajuan Islam kedepannya. Aminn..
Teriring salam dan Doa untuk Bu Haryati
dan pak Supardi Widodo semoga sehat selalu .
Kepada Bpk pengampu Mata Kuliah Studi Kritis Pemikiran Islam" Pak Dr. H. Barsihannor, .Terima Kasih
yang terhingga atas nasehat-nasehat yang selalu diberikan pada akhir
kuliahnya. Nasehat yang menjadikan kami tahu makna kehidupan yang sesungguhnya.
Semoga ini akan menjadi amal Jariah dan menjadi keberkahan dalam kehidupan
bapak.