adiyana

adiyana

Friday, January 21, 2022

 

Hadiah Nobel  Untuk Pak Ngainun

 


 

Oleh. Adiyana Adam

Pertama kali mengenal ” Pak Ngainun Naim, sekitar tahun 2017 dalam acara Workshop penelitian Litapdimas  (penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat,) yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI . Saat  pertama bertemu, penulis belum terlalu mengetahui sosok pak Ngainun. Karena memang saat workshop dilaksanakan yang penulis tahu  pak Ngainun adalah seorang Ketua LPPM  IAIN Tulung Agung ( sekarang UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)

Pada suatu saat, kami bertemu di media Sosial Facebook, Pak Ngainun saat itu menceritakan tentang kelas menulis online. Rasa tertarik dengan kegiatan ini, penulispun menghubungi pak Ngainun yang kebetulan  kami berada pada satu grup penelitian PTKI. Penulis sempat bertanya  tentang kegiatan Pak Ngainun yang saat itu menjadi Mentor Kegiatan Menulis pada salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Awalnya  penulis berkeinginan bergabung dengan penulis lain dalam sebuah grup menulis online  yang di bentuk oleh Pak Ngainun, tetapi beliau menyarankan agar penulis bersama teman-teman dari IAIN Ternate membuat sebuah grup menulis online tersendiri, maka jadilah  Tiga  grup menulis yang diberi nama grup “ Belajar Online 1, “Antologi Ibu”  dan”  Grup Writer and Editing”. Dari beliaulah Penulis memiliki motivasi untuk menulis. Hal ini terbukti dengan keikutsertaan Penulis menulis dalam beberapa  buku yang dilahirkan dari dua grup menulis diatas.  Memang bukan penulis utama, karena buku yang ditulis terdiri dari beberapa penulis  . Walaupun demikian, tetap saja hal tersebut merupakan suatu kemajuan bagi penulis, daripada tidak pernah menulis. Hal yang cukup membanggakan adalah buku yang diterbitkan pertama kali dari hasil kolaborasi penulis bersama teman -teman berjudul “JEJAK LITERASI DARI TERNATE”.

Terjadinya buku antologi ini tidak dengan serta merta ada, tetapi penuh dengan perjuangan, karena  sebagian besar yang menulis dalam buku ini adalah baru pertama kali terlibat dalam penulisan free writing. Begitu kuat dan bersemangatnya Pak Ngainun dalam memotivasi maupun mengajari penulis dan kawan-kawan . Menulis itu kapan saja bisa, dan tulislah apa saja !. begitu selalu kata pak Ngainun kepada  kami. Menulislah selama 15 menit. Nanti kalo ada kesempatan menulis lagi. Begitu seterusnya.!  Ini yang selalu terbawa dalam ingatan penulis dimanapun penulis berada. Meskipun disadari sebagai pemula dalam menulis, penulis sangat kesulitan dalam memulai menulis.

Ngemil... kata  ini yang sering pak Ngainun sampaikan. Artinya dalam menulis  tidak perlu langsung jadi tetapi sedikit  demi sedikit tulisan dikumpulkan hingga akhirnya menjadi suatu naskah yang siap di bukukan.

 

 

Satu hal yang tidak pernah penulis lupa, bahwa beliau mengajarkan penulis untuk selalu  menulis didalam Blog pribadi, selain bisa dijadikan sebagai Porto folio online , juga  bisa membangun  jaringan sesama penulis, dan yang paling penting  blog pribadi adalah tempat mengasah kemampuan menulis. Dari pengalaman ini penulis kemudian meneruskan ke mahasiswa dan Alhamdulilah sampai saat ini tugas –tugas mahasiswa semuanya di buat melalui blog mereka masing-masing.

Dalam kelas menulis online, motivasi pak Ngainun selalu membakar semangat kami, tak henti-hentinya  , beliau selalu mengajak kami untuk tetap optimis  menulis.  Ada  beberapa  keuntungan  dari menulis yang disampaikan pak Ngainun dalam satu kesempatan mengisi kelas belajar online . Diantaranya 1) menulis dapat membangkitkan ide, 2). Membantu mengorganisasi gagasan dengan konsep; 3). Menulis dapat membuat jarak antara penulis dengan gagasan-gagasan  sehingga tulisan hendaknya dikoreksi dan dievaluasi; 4). Menulis membantu  menyerap dan mengolah informasi;5). Menulis dapat membantu menyelesaikan masalah; 6). Menulis menjadikan pembelajar aktif. Pendapat yang dituliskan mencerminkan pengetahuan yang dimilikinya.

Catatan Pak Ngainun di atas telah menjadi pedoman penulis, sekaipun sampai saat ini penulis masih merasa kesulitan dalam menentukan pokok pikiran dalam menulis.

            Pada suatu kesempatan , penulis  juga mengikuti webinar literasi yang di selenggarakan oleh salah satu IAIN, dimana salah satu narasumbernya adalah Pak Ngainun. Tema yang dibawakannya adalah  LITERASI DI MASA PANDEMI: Ikhtiar Tetap Produktif bagi Akademisi. Dari materi webinar ini, Pak Ngainun memberikan motivasi bahwa di masa pendemi Covid-19 adalah peluang besar untuk mulai menulis.

            Pak Ngainun tidak hanya menjadi spirit of Literasy, tetapi karya- karya beliau  tentang literasi  banyak yang dipedomani.bukan saja dari kalangan PTKI tetapi pada kampus umum atau dunia akademik lainnya pun sangat  dikenal , ini terbukti karena penulis pernah bersasma-sama beliau dalam grup menulis bersama Dr. Hj. Amie Primarni, seorang penulis handal yang telah banyak mencetak berbagai buku. Terdapat juga Bapak Muhammad Choiri seorang mentor menulis pada grup SAHABAT PENA KITA. Dari Pak Ngainun ,penulis bisa bertemu dengan narasumber handal yang sangat terkenal meskipun secara online.

Dalam grup menulis yang diadakan melalui media telegram  yang terhimpun dalam ”  Kelas Menulis Buku Daring “ penulis beserta teman –teman di seluruh Indonesia tergabung didalamnya. Dari kelas menulis ini, kami mencetak sebuah buku antologi dengan judul :” DARI KELAS MENULIS MENUJU MAHAKARYA” Penulis sangat bangga  dengan diterbitkannya buku ini, karena diantara nama –nama penulis  terdapat  nama- nama yang sudah terkenal dalam bidang literasi seperti mereka bertiga diatas.

 

Semangat literasi  Pak Ngainun membuahkan hasil, jika pada awal kami bertemu penulis sudah menyapa beliau dengan sebutan Pak Prof. Pada saat itu beliau belum meraih Guru Besar professor, tetapi bagai penulis, panggilan  professor ke beliau merupakan penghargaan karena telah mengajarkan penulis tentang bagaimana memanfaatkan waktu untuk menulis.

Semua jerih payah pak Ngainun telah terjawab, Pedikat Guru Besar ( Profesor)  telah disandangnya. Bagi penulis predikat ini memang sangat layak untuk di peroleh  Pak Ngainun. Kiprah beliau dalam dunia Literasi sudah sangat terkenal dan patut mendapat penghargaan, jasa beliau sebagai mentor sekaligus motivator dalam dunia menulis sudah tidah bisa lagi dinilai dengan penghargaan apapun . Gelar Profesor  adalah Apresiasi Akademik yang di peroleh Pak Ngainun  dari Pemerintah, tetapi rasanya masih ada yang kurang  jika penulis dan teman-teman lainnya yang pernah mendapatkan ilmu dari beliau tidak memberikan penghargaan apapun.. Pak Ngainun  berhak dan layak mendapatkan  hadiah Nobel  dalam dunia literasi....

Selamat  kepada Pak Prof.Dr Ngainun Naim atas gelar Guru Besarnya Teruslah menjadi motivator  kami dalam dunia literasi .

 

Wednesday, October 20, 2021

Refleksi Hari Anak sedunia : Esensi pendidikan anak

 

Refleksi Hari Anak sedunia : Esensi pendidikan anak

Oleh: Adiyana Adam

 


Masa  pandemic Covid -19 yang berawal sejak maret 2020 menyisakan  jejak yang memprihatinkan, terutama pendidikan bagi anak-anak. Sejak adananya penyebaran Covid-19, anak-anak di wajibkan berada dirumah demi memtus rantai penyebaran covid 19. Wacana untuk belajar secara daring  ternyata hanya omongan belaka tanpa ada realisasi.  Kenyataan ini berlalngsung dari bulan maret sampai dengan akhir semester genap bulan juni 2020.. Pada tenggang  waktu 3 bulan lebih itu ,  tidak satukalipun  anak-anak belajar secara daring sepertti apa yang diwacanakan, dan ini terjadi pada daerah pedesaan yang mayoritas tidak memiliki fasilkitas yang lengkap,   ironisnya  pada saat ulangan kenaikan kerlas, anak-anak  hanya disuruh mengisi soal-soal yang diberikan guru dalam bentuk pertanyaan dalam lembaran-lembaran  soal  dan ini berlaku untuk semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah ,baik SD maupun SLTP yang natinya lembaran-soal tadi dikembalikan ke guru kelasnya setelah dijawab.

Persoalan yang terjadi,  apakah semua pertanyaan  yang berikan guru pada kertas ulangan   bisa dimengerti  dan  terjawab sesuai dengan maksud soal yang berikan  tanpa sekalipun guru tersebut menerangkan atau menjelaskan materi pelajaran  itu sebelumnya? . Jawabannya  sangat sederhana. Pada  wilayah perkotaan yang terjangkau oleh jarinagn internet, dengan menggunakan Handphone anroid naak-anak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada  dengan menggunakan internet di bantu oleh orang tua, inipun jika orangtuanya berpendidikan dan mampu menggunakan internet. Bagaimana jika anak-anak yang hidup pada wilayah daerah atau desa yang tidak terjangkau oleh jaringan internet dan tidak mempunya handphone anroid  yang orang tuanya pun tidak bisa menggunakan bahkanb mempunyai Handphone anroid? Tetntunya pertanyaannini akan sulit terjawab

Pada pelajaran non eksakta, mungkin sebagian bisa terjawab dengan memanfaatkan bantuan google atau yahoo, bagaimana dengan pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran eksakta seperti matematika yang sudah tentu memerlukan penjelasan dan contoh contoh yang harusnya di berikan oleh pendidik  agar anak anak sebagai peserta didik lebih memahami pelajaran tersebut ,  atau pendidikan  karanter yang  menyangkut ahlak dan Budi pekerti   yang memerlukan contoh konkrit yang dari penjelasan pendidik, tentu hal ini  tidak bisa didapatkan dengan bantuan googlea atau yahoo . Jika fenomena ini terus berkelanjutan  maka jangan pernah berharap esensi dari pendidikan bisa tertanam di hati anak-anak.

Seorang pendidik  dalam menjalankan tugasnya tidak hanya  sekedar mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak-anak sebagai peserta didik, tetapi bagaimana seorang pendidik menanamkan ahlak dan  budi pekerti, kepada peserta didik, menenamkan nilai-nilai karakter agar anak-anak bisa tumbuh menjadi seorang manusia yang utuh dan berkarakter dalam dimensi  hati,pikir, raga serta karsa. Karena pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidkan moral, pendidikan nilai atau Budi pekerti.. Tujuan dari pendidikan karakter yang ditanam sejak dini pada jiwa anak-anak  adalah untuk mengembangkan. Soft skill anak-anak   yang nantinya akan menunjang kesuksesan  mereka dikemuadian hari.Hidup bermasyarakat dengan Ahlak mulia dan beradab terpuji , karena hanya dengan menanamkan nilai-nilai ahlak dan adab inilah ,anak-anak dikemudian hari akan saling menghormati  dan mencintai satu sama lain  Inilah esensi dari sebuah pendidikan.

Jika situasi seperti ini terus berlangsung , maka dijamin nilai kognitif, afektik maupun psycomotik anak-anak  pun tidak akan dicapai  sesuai dengan apa yang menjadi tujuan pembelajaran Nasional dan yang menjadi tujuan pendidikan dalam Islam.

Ternate, 20 Nopember 2020


Saturday, May 15, 2021

Momen Indah Lebaran

   




 

Oleh: Adiyana Adam

  Lebaran adalah hari yang dinantikan setelah sebulan penuh menjalankan puasa. Kegembiraan menyambut lebaran dimanifestasikan dengan berbagai cara , biasanya kegembiraan itu di lakukan sesuai kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat. Tradisi seperti ini sudah dilakukan turun temurun , misalnya dengan memasak makanan berbeda dengan hari hari biasanya , ketupat  yang lengkap dengan sejumlah lauknya.Melakukan ziarah ke makam orang tua  bersama seluruh keluarga,adik dan kakak  selepas sholat Ied. Bernostalgia , Foto dan  makan bersama di rumah orantua. Moment yang satu ini  terasa sangat Haru karena dilakukan saat kedua orang tua telah tiada.  Berkumpul di rumah orang tua ,menjalin silaturrahmi sesama saudara lengkap dengan keluarga masing masing.

Pada hari terakhir liburan saat Lebaran, biasanya diisi dengan jalan jalan bersama keluarga ketempat wisata. Tempat wisata yang paling diminati keluarga adalah pantai, selain hawanya yang sejuk, tempatnya juga luas, anak anak juga dapat menikmati hangatnya  mandi air laut dan bermain  di atas hamparan pasir tepi pantai. Sementara para orang tua memanfaatkan waktu wisata ini dengan saling menceritakan kesibukan ataupun hal hal yang menyangkut keluarganya masing masing

Momen seperti ini  memang jarang dilakukan antar sesama anggota keluarga. Karena kesibukan masing masing hingga waktu bersilaturrahmipun seakan akan tidak punya. Kadang pertemuan seperti ini  dilakukan lewat handphone. Itupun tidak selengkap personil  yang ada yang dilakukan saat libur hari raya.



Kebersamaan bersama keluarga saat idul fitri merupakan moment indah yang terjadinya hanya setahun sekali. Makna kebersamaan inilah yang akan menjadi penyemangat kita untuk  tetap saling menjaga silaturahmi di lingkungan keluarga maupun dj masyarakat umumnya.

Semoga moment  kebersamaan ini bisa terjaga hingga ramadhan mendatang..aamin

Tanjung luari Tobelo. 16 Mei 2021

Thursday, May 6, 2021

Saat Singkat bersama Bulan Sejuta Ampunan

 

                                                                Gambar: Umroh.com

 

Bahagia rasanya mendengar waktu yang penuh berkah akan datang, seperti menatikan kedatagan sesorang yang telah lama meninggalkan kita tanpa kabar  berita ,  segenap persiapan menyambut kedatatangannyapun  telah dipersiapkan, membersihkan   rumah dengan  segenap isinya, menggantikan kain pintu dan kain jendela dengan mungkin yang bisa dikatakan baru, takut nantinya tamu yang kita agungkan dan nantikan itu  mampir dan masuk kerumah kita ( dan ini yang selalu diharapkan) ,akan mendapatkan isi  rumah yang tidak terurus seperti biasanya  karena kesibukan kita sehari hari  dan tamu itu kemudian akan pergi meninggalkan rumah kita. Persiapan menyambut tamu agung tentunya bukan saja seperti yang di uraikan di atas, tetapi esensinya adalah persiapan jiwa dan mental kita . Kebersihan jiwa dan mental kita dalam menyambut tamu agung merupakan cermin keimanan kita, sudah barang tentu jika jiwa dan mental kita bersih akan tercermin dari lingkungan di sekitar kita yang  juga bersih.

Suatu Rumah jika penghuninya memiliki jiwa yang bersih dan penuh keimanan  siapapun pasti akan mau bertamu di rumah itu  karena rona cahaya keimanan  yang di pancarkan penghuninya akan terpancar ke seluruh penjuru rumah, sudah barang tentu tamu yang kita nantikan juga demikian halnya. Dia akan datang ke rumah dan jiwa kita, memberikan kita keberkahan dengan penuh rahmat ilahi. Menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa kita, mengabulkan doa kita dan melipatgandakan pahala dan kebaikan.

Kini, tamu yang dinantikan telah datang, memberikan kita segenap keberkahan, mengajarkan kita kesabaran dan rasa saling belas kasih, sekalipun  hadirnya tamu yang  nantikan di tengah wabah penyakit yang sedang melanda , megisyaratkan agar kita lebih memeprerat tali silaturahmi dan lebih peduli kepada yang tidak mampu.

Malam ini adalah malam ke 26 , menadakan bahwa sebentar lagi tamu agung Ramadhan akan pergi meninggalkan kita, dan akan kembali lagi setahun kemudian, begitu lamanya .Dia pergi dengan membawa segenap kemualiaannya, yang tidak akan kami dapatkan pada bulan ataupun hari setelahnya. Sedih rasanya harus berpisah  dengan tamu mulia Ramadhan yang di dalam nya terdapat  1 malam kemuliaan dan lebih baik dari pada   1000 bulan.

Waktu perpisahan dengan tamu agung Ramadhan  akan segera tiba, tidak ada yang tersisa kecuali saat-saat indah yang singkat. " Aku akan segera pergi , kata Ramadhan, tetapi aku akan kembali pada saatnya nanti, yang kupesan adalah jika  nanti kamu yang akan pergi meninggalkan aku, maka kamu tak akan pernah kembali lagi, maka apa yang telah kamu dapatkan semenjak bersamaku , perbanyaklah..itulah yang akan menjadi bekal kamu di hari kemudian.. singkat pesan bulan sejuta ampunan ini kepada kita semua...

.  Selamat  jalan Ramadhan , sampaikan salam kepada Rab-Mu,bahwa kami mengharapkan engkau selalu ada di esok hari, menemani  dan mengajari kami dengan segala kemuliaanmu. Semoga Allah swt menerima amal ibadah kami dan mepertemukan kembali dengan Ramadan mendatang. Ammin ya Rabbal Alamiin

Taqobbalallahu minna wa minkum

Ternate, 07  Mei 2021

26 Ramadhan 1442 H


 Adiyana Adam

Thursday, April 8, 2021

Sabua Literasi Moderasi  dan Gerakan 10 Menit Membaca

Oleh : Adiyana Adam
 

Maraknya game online tidak hanya mempengaruhi kehidupan anak-anak di kota .Di daerah pedesaan, game online ternyata sangat disukai anak-anak. Pengaruh game onlie ini  sangat mengganggu waktu belajar anak-anak ,kadang waktu untuk anak-anak bersosialisasi dengan teman sebaya atau keluargapun tersita hanya karena mereka disibukan dengan game online. Hal ini tentunya sangat menghawatirkan dan meresahkan orang tua, berbagai jalan keluar di tempuh orang tua untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar permainan anak-anak mereka  tidak hanya terfokus pada game online. Orang tua di desa tidak terlapu paham akan dampak buruk kesehatan yang akan dialami anak-anak jika terlalu lama menggunakan Handphone, tetapi yang lebih menghawatirkan orang tua adalah anak-anak tidak lagi jadi penurut, mereka selalu membantah apa yang disuruh orang tua , karena keasikan mereka bermain  game online terganggu.

Sabua Literasi Moderasi adalah tema  Mahasiswa KKN  IAIN Ternate yang terdapat disalah satu desa dikabupaten Halmahera Utara kecamatan Galela Selatan tepatnya  disesa Seki. Tema desa tersebut dilatarbelakangi dari persoalan anak-anak disesa tersebut. Dari berbagai keluhan ornag tua desa tersebut kemudian dijadikan suatu persoalan yang cara pemecahannya dengan mendirikan “ Sabua Literasi Moderasi”.

“ Sabua  dalam arti sederhana  yang biasa di gunakan masyarakat Maluku Utara adalah   Rumah atau bangunan kecil  didesa atau dikebun tempat kita beristirahat. Kata  Literasi  jika di lihat dari bahasa latinnya  “literatus” adalah Orang yang belajar ,  sedangkan Moderasi adalah salah satu penggalan Tema  umum yang diangkat pada KKN IAIN Ternate tahun ini,  makna yang lebih mendasar  dari  kata Moderasi di pakai pada tema khusus  KKN Desa Seki ini adalah karena di desa ini berbaur dua agama  yaitu Islam dan Kristen. Untuk tidak membedakan proses pendampingan anak-anak dalam belajar di desa Seki ini  oleh mahasiswa KKN  dibuatlah satu tema khusus yaitu “ SABUA LITERASI MODERASI” . Singkatnya Sabua Literasi Moderasi ini diartikan secara harfiah adalah “Rumah Baca”

Makna tema ini secara umum selain bertujuan untuk  mengajak anak-anak desa setempat tidak terlalu focus pada game online, tetapi juga mempersatukan anak-anak yang berlainan agama yang ada di desa setempat untuk belajar bersama pada suatu tempat yang sama dan tidak terpisahkan , dengan demikian secara perlahan-lahan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan diantara mereka, tidak ada perbedaan diantara mereka dan dari rasa kebersamaan akan menjadikan anak-anak pada suatu saat lebih menyadari akan sikap toleransi, menyadari bahwa hidup bermasyarakat adalah saling ketergantungan antara satu sama lain yang mendatangkan rasa damai.

Dalam  wadah Sabua Literasi Moderasi, anak-anak diajak untuk bermain sambil membaca setiap harinya hanya dalam waktu 10 menit.. Ajakan ini sengaja di batasi waktu hanya 10 menit untuk menjaga agar anak-anak tidak cepat bosan dan ada rasa penasaran di hati anak-anak jika buku cerita yang dibaca tidak sampai tamat . Rasa penasaran inilah yang akan membawa anak-anak ini pada kesokan harinya dengan waktu yang sama untuk kembali ke tempat Sabua Literasi Moderasi tadi dan melakukan aktivitas yang sama yaitu melanjutkan bacaan mereka hingga selelsai.

Memang untuk merubah kebiasaan anak-anak yang sudah mendarah daging karena dampak game online tadi tidak serta merta tuntas dalam waktu yang singkat, perlu kesabaran dan Keuletan dan ketelitian, waktu pertama diperkenalkan adanya Sabua Literasi Moderasi  sebagai  wadah rumah baca juga belum terlau banyak anak-anak yang berminat, dengan harapan seiring waktu berjalan, anak-anak ini mengajak teman –teman mereka dan menceraitakan tentang apa  yang pernah dibacanya dalam “ Rumah Baca “ hingga pada akhirnya rumah baca ini menjadi penuh pada setiap harinya.

Pada Sabua Literasi Moderasi  atau Rumah Baca ini, anak-anak tidak hanya membaca buku sesuai dengan keinginan mereka saja, tetapi bagaimana mereka diajarkan mengaji bagi yang muslim, dijarkan juga bagaimana menyelesaikan Pekerjaan Rumah , bahkan anak-anak yang di bawah umur juga diajarkan bagaimana cara membaca, pada tempat ini juga tidak dibatasi hanya anak-anak saja yang bisa beraktifitas  tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan rumah baca ini, karena bacaan yang disediakan berfariasi . Kendala  yang di hadapi mahasiswa KKN  ini adalah buku yang tersedia di Sabua Literasi Moderasi ini sangat terbatas , mereka sasngat mengharapkan ada donasi yang bisa menyumbangkan buku , baik buku cerita yang edukatif bagi anak-anak , buku pelajaran SD,SMP dan SLTA , majalah-majalah atau koran maupun buku-buku umum lainnya yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat umum lainnya di desa tersebut.

Adanya program KKN dengan “ Sabua Literasi Moderasi” nya  diharapkan khawatiran orang tua desa setempat bisa berkurang. Dengan kebiasaan anak-anak membaca buku pada sore hari  selepas anak- anak bermain, bisa mengalihkan perhatian anak-anak dari gameonline kepada kebiasaan yang lebih edukatif.

Inilah yang diharapkan oleh kita semua terutama tujuan mahasiswa ber-KKN itu sendiri , bahwa  hadirnya  mahasiswa KKN , bisa berkontribusi dan membawa manfaat bagi masyarakat steempat. Semoga  dengan hasil yang ada bisa membawa perubahan bagi anak-anak setempat dan masyarakat pada umumnya.